Saat mengalami pegal-pegal, terutama dibagian lutut
pinggul, dan bahu. Beberapa tahun lalu , ia segera memeriksakan diri kedokter. Hasilnya, nenek dari empat cucu ini dinyatakan menderita osteoponia ( osteoporosis dini ).
Kepadatan tulangnya mulai menipis.Selain mengkonsumsi obat-obatan, iapun dianjurkan rajin berolahraga dan meningkatkan konsumsi makanan sumber kalsium.
“ Setelah menopause, wanita cenderung rawan terkena osteoporosis. Karena itu, selain senam aerobic , sejak tujuh tahun lalu saya ikut senam osteoporosis. Gerakanya enak, seperti dipijat,”tutur Yuni.
Selain berlatih fisik, ia juga menjaga pola makan bergizi seimbang, setiap hari mengkonsumsi susu kedelai dan jus aneka buah-buahan. Hampir setiap bulan ia memeriksakan kesehatannya secara umum.
Kendati mengalami pengeroposan tulang, seseorang tetap bisa beraktivitas asalkan menerapkan pola hidup sehat. Ny. Hamida Zakir ( 76 ), warga kebayoran baru, Jakarta selatan, misalnya tetap terlihat bugar diusia senja kendati menderita osteoporosis sejak beberapa tahun silam. Bahkan, nenek dari 12 cucu ini masih suka berdansa dan berenang.
“ Sejak kecil memang saya suka berolahraga, mulai berenang setiap pagi, mendaki gunung, berjalan kaki dan berlari. Saya juga gemar main golf seperti suami saya,” ungkapnya.
Ketika menginjak usia 70 tahun, ia mulai menggeluti hobi berdansa. Belakangan hal itu dinilai dokter justru bermanfaat untuk penguatan tulang.
Setelang dinyatakan menderita osteoporosis oleh dokter beberapa tahun lalu, Hamida mengikuti senam osteoporosis secara teratur diimbangi pola makan bergizi seimbang. Setiap hari ia mengkonsumsi yoghurt, air rebusan kacang hijau, dan pada malam hari menyantap buah-buahan.
“Saya tetap makan segala jenis makanan, termasuk daging, tapi porsinya dibatasi, cuma dua potong,”tutur Hamida |