Kasih Anda Dapat Merubah Masa Depan Mereka  
 
 

Klik Gambar Untuk Jadi Orang Tua Asuh

 
 
175 Tahun Panti Asuhan Parapattan
Di Sini Ada Gairah dan Kekeluargaan


lin (16) sudah 10 tahun tinggal di Panti Asuhan Parapattan. Gadis manis ini tidak menceritakan tentang keluarganya tapi sebagai anak yang bertumbuh di panti asuhan dia selalu bertanya, "Bisakah aku mencapai cita-citaku?", mengingat dirinya sudah sekian lama menjadi anak asuh, dan anak orangtua yang tak mampu. Selain ingin jadi penyanyi, Olin juga tentu ingin berprestasi secara akademik.

"Aku senang dan bahagia tinggal di sini. Di sini ada gairah dan kekeluargaan," katanya memulai ceritanya melalui video di hadapan puluhan pengunjung yang hadir pada acara perayaan HUT ke-175 (1832-2007) Panti Asuhan Parapattan, di Jalan Panti Asuhan 23, Otista III, Jakarta Timur, Jumat (26/10) lalu. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur DKI Priyanto, para pengurus dan pengasuh panti, para simpatisan dan alumni serta keluarga anak-anak panti.

Olin yang kini duduk di bangku SMA kelas 2 itu menceritakan keseharian di panti, yang pukul lima pagi sudah dibangunkan pengasuh. "Kami bangun dengan tersenyum, berdoa bersama dan ada ibadah kecil. Kami berterima kasih pada Tuhan yang telah memberikan berkatNya senantiasa pada kami. Ibadah ini kami lakukan persis seperti zaman dahulu, ketika 175 tahun lalu panti ini didirikan", katanya.

Video menggambarkan suasana kebersamaan yang dilakukan Olin dan semua penghuni panti, mulai yang berusia 4 tahun hingga yang seusia dirinya. Mereka merapikan tempat tidur, menyapu halaman, mandi, sarapan pagi, dan kemudian berangkat ke sekolah. Semua dilakukan bersama-sama, yang besar membantu adik yang masih kecil. Mereka tampak seperti sebuah keluarga besar.

Perayaan dilakukan dengan sederhana tapi sangat menyentuh. Anak-anak panti juga menampilkan drama kilas balik yang berjudul "Malam Petikan Dawai Indah Menggema", yang menceritakan riwayat panti asuhan didirikan sampai masa kini yang penuh pesona, menantang, mendorong, ketabahan, merenda ide untuk menggapai harapan. Kisah ini sangat menggugah, tapi juga lucu karena dikemas dan disajikan dengan cara menarik.

Selain drama, ada tim angklung dengan kelompok usia yang berbeda, tarian, nyanyi, serta penandatanganan prasasti oleh Wagub DKI. Kegiatan lainnya adalah lomba foto 175 Tahun Panti Asuhan Parapattan bertema "Anak, Kehidupan Sosial dan Masa Depannya" yang bekerja sama dengan Darwis Triadi School of Photography. Dewan Juri terdiri dari Sigit Pramono, Darwis Triadi, Kristupa Saragih, Kak Seto, Charles Bonar Sirait dan Winny Setiaatmadja.
Foto hasil lomba akan dilelang dan hasil lelang seluruhnya disumbangkan kepada Panti Asuhan Parapattan. Foto yang dilelang hanyalah foto pemenang lomba.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur DKI Priyanto mengatakan salut, bangga, dan kagum kepada pengurus dan donatur, serta anak-anak Panti Asuhan Parapattan dalam keberadaannya kini hingga usianya bisa mencapai 175 tahun.
"Apa yang dilakukan para donatur dan pengurus yayasan adalah sesuatu yang sangat mulia dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak negeri sendiri yang tidak mampu. Dalam konteks terkecil para donatur dan pengurus yayasan sudah melakukan karya besar bagi bangsa," katanya.
Kepada para alumni Panti Wagub berharap, bila kini sudah sukses dan mapan agar ikut membantu adik-adiknya yang masih berada di asrama.
Dan, kepada anak-anak Panti Asuhan Parapattan, Priyanto juga berpesan agar tidak berkecil hati walaupun tinggal di panti asuhan. "Banyak sejarah orang- orang kaya diawali dari hidup susah. Kunci sukses adalah nurut pada pembimbing dan tekun belajar," katanya. Wagub berpesan, bila ingin jadi penyanyi bergaullah dengan para penyanyi, bila ingin jadi politikus bertemanlah dengan para tokoh politik, bila mau menjadi pendeta bergaullah dengan para pendeta.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Parapattan Willem F Laoh mengatakan keberadaan panti ini merupakan kasih karunia Tuhan bagi setiap anak-anak yang pernah ada dan saat ini berada di sini. Pemerintah khususnya DKI Jakarta dengan tindakan yang nyata membantu kelangsungan panti. Dukungan material dan nonmaterial setiap tahun mengalir dari para donatur yang setia memberi dukungan. Ini merupakan investasi bagi kehidupan masa depan anak-anak yang tinggal di sini.

"Kami para pengurus berkomitmen dalam lima tahun mendatang Parapattan akan menjadi panti asuhan yang akuntabilitasnya transparan, dipercaya dari seluruh segi pengelolaannya. Upaya kami mendidik anak asuh menjadi anak yang berkualitas dari segi ilmu pengetahuan, karakter, serta keteguhan atas iman percaya. Harapan kami setiap anak asuh di panti akan menjadi bagian dari pribadi-pribadi unggulan bangsa ini," katanya.
Menurut bendahara umum Winny Setiaatmadja, seperti Firman Tuhan, ibadah yang sejati adalah mengunjungi anak-anak yatim piatu dan janda miskin maka dia dan kawan-kawannya yang terpanggil untuk kegiatan sosial kini mengurusi sebanyak 536 anak-anak asuh yang bergabung dalam Panti Asuhan Parapattan.

"Biar anak-anak itu menjadi teladan bukan hanya dalam segi akademik tapi juga moral, perilaku, dan ketrampilan. Dan, kami sebagai pengurus tetap bersemangat mendedikasikan hidup kami membantu anak-anak seperti yang diajarkan Tuhan Yesus," katanya. Dia juga mengatakan sangat menghargai para donatur lainnya yang ingin ikut berpartisipasi membantu anak-anak bangsa yang tinggal di panti.

Tempat Penampungan
Yayasan Panti Asuhan Parapattan berusia 175 tahun pada 17 Oktober 2007. Lembaga yang didirikan oleh Rev Walter Medhurst pada awalnya bernama The English Orphan Asylum dan kemudian berubah menjadi The Parapattan Orphan Asylum dan pada zaman Belanda berubah menjadi Parapattan Weezen Gesticht. Pada mulanya, Panti Asuhan Parapattan didirikan sebagai tempat penampungan anak-anak telantar hasil hubungan orang-orang Inggris dengan wanita pribumi.

Dalam perkembangannya, Panti Asuhan Parapattan menampung anak-anak yatim piatu dan yang tidak mampu untuk mendapat pengasuhan, perawatan, dan pendidikan baik secara formal dan spiritual. Pada tahun 1953 kepengurusan Yayasan sepenuhnya dikelola oleh orang Indonesia seiring dengan pergantian nama lembaga menjadi Yayasan Panti Asuhan Parapattan hingga saat ini.

Saat ini Panti Asuhan Parapattan menempati lahan seluas 5000 m2. Pendampingan anak yang dipilih adalah semi keluarga, sehingga kamar dibangun dengan model paviliun. Saat ini ada 8 paviliun, masing-masing terdiri dari 3 kamar dan setiap kamar bisa digunakan 4 anak. Maka satu paviliun mampu menampung 12 orang.

Meski daya tampung keseluruhan adalah 96 anak, namun saat ini terisi 65 anak, 31 laki-laki dan 34 perempuan dengan rentang usia Sekolah Dasar sampai dengan SMA. Kegiatan sehari-hari panti didampingi oleh 3 orang pengasuh.

Setiap anak asuh mendapat perlakuan yang sama. Melihat kebutuhan anak akan kesempatan mendapat pendidikan yang lebih baik, maka untuk membantu anak-anak asuh bersekolah di sekolah yang bermutu maka kami membutuhkan dana Rp 19.908.300 per bulan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka sesuai program yang ada.

Yayasan Parapattan dengan didukung oleh orang-orang yang siap memberi dirinya untuk membina setiap anak asuh. Dengan komitmen yang teguh disertai tindakan yang nyata membina setiap anak asuh untuk mencapai potensinya yang maksimal.

Harapan kami adalah setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan masa depan yang cerah bagi mereka.

Anak asuh ini adalah merupakan kepercayaan yang besar yang Tuhan berikan untuk kami didik, agar mereka dapat menerima pendidikan yang layak dan mengembangkan potensi yang ada secara maksimal. Pada masa kecil mereka hidup dalam serba keterbatasan bahkan kekurangan.

"Dengan menjadi Mitra Parapattan, Anda sebagai keluarga maupun pribadi dapat memberikan kasih dan perhatian kepada salah seorang atau lebih dari mereka dengan dukungan yang nyata", kata Winny Setiaatmadja. [SP/Rina Ginting]

Anda tertarik untuk menjadi sponsor?
Silahkan hubungi:
panti@parapattan.org
Copyright © 2006 Yayasan Parapattan - Powered by Interdenom